Selasa, 31 Desember 2013

efek media masa


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Perkembangan media masa semakin tahun semakin pesat, hal ini bisa kita lihat dengan adanya media-media massa yang ada pada saat ini. Hal tersebut tentu saja juga mempunyai efek terhadap kehidupan sosial dalam masyarakat. Dikarenakan Efek adalah unsur penting dalam keseluruhan proses komunikasi.
Secara garis besar media masa di bagi menjadi dua yaitu media elektronik dan media cetak. Media elektronik banyak contohnya tetapi disini diambil contoh Televisi dan Internet, sedangkan media cetak seperti Koran, majalah dll.
Perkembangan Televisi di Indonesia dipengaruhi oleh globalisasi perekonomian, tanpa adanya globalisasi perekonomian atau kerjasama dalam perdangan antar dunia maka masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan program televisi seperti saat ini. Indonesia pertama kali menyaksikan siaran TV pada tanggal 17 Agustus 1962 bertepatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 17. Dan Tahun 1972 merupakan awal kelahiran jaringan internet, yaitu dengan adanya proyek yang menghubungkan antara jaringan komunikasi pada jaringan komputer ARPANET. Proyek tersebut telah menetapkan sebuah metode baru untuk menghubungkan berbagai macam jaringan yang berbeda yang dikenal sebagai konsep gateway.
Pada tahun 1973-1977, dikembangkan protokol TCP/IP (Transmission Control/Internetworking Protocol). Protokol ini digunakan untuk pengiriman informasi yang dikenal sebagai paket (packet). Internet baru dimanfaatkan di Indonesia pada tahun 1996. Seseorang yang mempunyai pesawat komputer dapat menyambungkannya dengan jaringan komputer lainnya lewat satelit. Perbedaannnya dengan teknologi komunikasi lainnya bahwa internet dapat dibuat oleh orang perorang, bukan hanya oleh satu lembaga yang bergerak dalam penyiaran informasi.
Sedangkan Ide surat kabar sudah setua zaman Romawi kuno dimana setiap harinya, kejadian sehari-hari diterbitkan dalam bentuk gulungan yang disebut dengan “Acra Diurna”, tetapi Setelah Gutenberg menemukan mesin cetak di abad kelimabelas, maka buku-buku pun mulai diterbitkan di Perancis dan Inggris, begitu pula halnya dengan surat kabar. Surat kabar pertama kali dibuat di Amerika Serikat, dengan nama “Public Occurrenses Both Foreign and Domestick” di tahun 1690. Surat kabar tersebut diusahakan oleh Benjamin Harris, seorang berkebangsaan Inggris. Kemudian surat kabar mulai bermunculan setelah negara Amerika Serikat berdiri. Saat itu, surat kabar itupun tidak sama seperti surat kabar yang kita miliki sekarang.

B.     Rumusan Masalah
1. Apakah peran media masa?
2. Apa efek dari media masa? Baik elektronik maupun cetak?
3. Bagaimana solusi untuk mengatasi efek negatif dari media masa?
4. Adakah pengaruh antara media masa dengan kebudayaan?

C.     Tujuan
1.      Menjelaskan tentang peran media massa
2.      Memberikan pengetahuan tentang efek-efek dari media massa
3.      Memberikan solusi untuk mengatasi efek negative dari media massa
4.      Menjelaskan pengaruh media massa terhadap kebudayaan














BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian dan peran media massa
      Media massa adalah alat yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan secara serentak kepada khalayak banyak yang berbeda-beda dan tersebar di berbagai tempat. [1]Peran media masa dalam kehidupan sosial, terutama dalam kehidupan modern tidak ada yang menyangkal, menurut Mc Quail dalam bukunya Mass Communication Theories (2000 : 66), ada enam perspektif dalam hal melihat media:
1.    Media dipandang sebagai jendela yang memungkinkan khalayak melihat apa yang sedang terjadi disana, atau media merupakan sarana belajar untuk mengetahui berbagai peristiwa.
2.      Cermin berbagai peristiwa yang ada di masyarakat dan dunia yang merefleksikan apa adanya. Karena para pengelola sering tidak “bersalah” jika isi media penuh dengan kekerasan, konflik, pornografi dan berbagai keburukan lainnya.
3.      Memandang media sebagai filter atau gatekeeper yang menyeleksi berbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak. Media senantiasa memilih issue, informasi atau bentuk content yang lain berdasarkan standar para pengelolanya.
4.      Media masa acapkali juga dipandang sebagai guide, penunjuk jalan atau interpreter, yang menerjemahkan atau menunjukkan arah atas berbagai ketidakpastian, atau alternative yang beragam.
5.      Melihat media sebagai forum untuk mempresentasikan berbagai informasi dan ide-ide kepada khalayak, sehingga memungkinkan terjadinya tanggapan dan umpan balik.
6.      Media masa sebagai interlocutor, yang tidak hanya sekedar tempat berlalu lalangnya informasi, tetapi juga parthner komunikasi yang memungkinkan terjadinya komunikasi interaktif.

B.     Efek media massa
Efek adalah unsur yang penting dalam keseluruhan proses komunikasi.[2] Efek dari media massa sangat kuat sehingga ide-ide dan bahkan suatu instruksi dapat disuntikkan ke dalam setiap individu. Berikut ini adalah beberapa efek media massa :[3]
a.       Individu Difference Perspective
Yaitu, Setiap individu menanggapi pesan yang disiarkan media secara berbeda.
b.      Social Categories Perspective
Setiap individu,anggota kelompok akan mempunyai kecenderungan merespons sama seperti yang dilakukan anggota kelompok dalam satu perkumpulan sosial.
c.        Social Relation Perspective
Individu dipengaruhi oleh sikap dan perilaku individu anggota audience yang didapatkannya dari media massa,atara individu saling mempengaruhi satu sama lain dan menghasilkan respons yang hampir sama.

1.      Teori-teori tentang efek media massa
Powerful effects theory
Teori ini mempunyai gagasan bahwa media massa punya pengaruh langsung dan mendalam terhadap orang.[4] Gagasan ini didasarkan pada buku karya komentator social “walter lippman” yang berjudul public opinion. Lippman berargumen bahwa kita memandang dunia bukan sebagaimana adanya tetapi sebagai “gambaran” di benak kita. “gambaran” benda-benda yang tidak kita alami secara personal dibentuk oleh media massa.
Minimalist effect theory
Teori ini mencakup :
Model alur dua langkah untuk menunjukkan bahwa individu tak terlalu dimotivasi oleh media ketimbang oleh orang yang mereka kenal secara pribadi dan mereka hormati.
Model alur banyak langkah untuk mencakup jaringan kompleks dari hubungan sosial yang mempengaruhi individu.
Cumulative effects theory
Teori ini menyatakan bahwa tidak ada yang bias menghindari media, karena sudah menyebar kemana-mana, atau pesan media. Pesan yang berlebihan ini terus dibawa sampai ke rumah. Teori ini memberikan implikasi yang menggelisahkan. Teori mengatakan bahwa media, yang walaupun tampak beragam, justru mengurangi keragaman pertimbangan public terhadap suatu issue.
Third person effect
Teori ini berpendapat bahwa orang melebih-lebihkan dampak pesan media kepada orang lain. Teori ini memiliki pandangan bahwa media mempunyai pengaruh kuat dan langsung.

2.      Analisis Priming
dimana sekecil atau secepat apapun dampaknya, media pasti memberikan dampak pada khalayak. Efek itu langsung atau tidak langsung, efek tersebut positif atau negative. Sebagai contoh dari media elektronik kita ambil contoh saja televisi, media online internet dan media cetak majalah.[5]
Efek negatif dari Televisi
  Kemampuan anak menghafal huruf dan angka diukur pada usia sekolah, anak yang menonton televisi sebelum berusia 3 tahun memiliki skor yang lebih rendah dari pada anak yang tidak menonton televisi sebelum berusia 3 tahun.
  Remaja yang sering menonton televisi perilakunya cendrung agresif, melakukan aktivitas seksual yang beresiko, menurunkan prestasi sekolah.
Efek positif dari Televisi
         Menambah wawasan, pengetahuan atau informasi dan dapat belajar mengenai perilaku anti kekerasan, empati, toleransi kepada orang dari ras atau etnis lain dan rasa hormat kepada orang yang lebih tua.
         Mampu memberikan gambaran sacara nyata tentang berbagai fenomena pada anak, dibeberapa tanyangan tertentu dapat menjadi sumber pelajaran sehingga membantu memudahkan orang tua.
Efek negatif dari Internet
  Penipuan, hal ini memang merajalela dimanapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu.
  Perjudian, dengan jaringan yang tersedia para penjud itidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginan nya.
  Mengurangi sifat sosial karena karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet dari pada bertemu secara langsung.
Efek Positif dari Internet
         Internet sebagai media komunikasi sehingga memudahkan berkomunikasi dengan pengguna lainnya diseluruh dunia.
         Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber  yang penting dan akurat.
         Memudahkan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju tempat ke penawaran atau penjualan.
Efek negatif Media Cetak
  Semua pembaca tidak pernah sama untuk memaknai teks, bisa-bisa salah menerjemahkan artinya, selain itu ketika membaca kasus berbau porno atau kekerasan dikhawatirkan pembaca mempunya imajinasi yang membuat mereka malah untuk berbuat kejahatan.
Efek positif Media cetak
         Dengan membaca koran kita akan mendapat informasi yang kita inginkan dan pengetahuan kita juga akan bertambah.
         Dalam dunia perdagangan, bisnis kita bisa akan meningkat dengan cara kita memasang iklan diberbagai media cetak.

C.     Solusi untuk mengatasi efek negatif media massa
         Akademi Dokter anak Amerika merekomendasikan untuk mengeluarkan televisi yang berada didalam kamar anak, menghindari tontonan televisi dari anak yang berusia dibawah 3 tahun.
         Mendorong orangtua untuk menemani anak menonton televisi dan memantau program televisi yang ditonton anak-anak agar informatif, mendidik dan tidak mengandung kekerasan.
         Tanamkan nilai –nilai kekeluargaan secara berulang-ulang.
         Siapkan kegiatan pengganti pastikan kegiatan alternatifnya sama serunya dan menarik.
         Beri batasan penggunaan media massa, jangan sampai terjadi ketergantungan.

D.    Pengaruh media massa terhadap Kebudayaan
Kebudayaan Ialah : hasil dari cipta, rasa, karsa dan karya, baik yang fisik material maupun yang psikologis dan spirutual. Melalui media yg kian terbuka, masyarakat menerima informasi peradaban baru dari seluruh dunia, media membawa budaya asing yg mungkin tidak sesuai apabila diterapkan, melanggar norma yang berlaku.[6]
Bentuk lain dari perubahan budaya yang diakibatkan oleh media massa adalah bahwa media massa menciptakan kekuasaan budaya (Staubhaar, 1996: 138-139). Hal ini dimungkinkan karena media massa dewasa ini mudah menerobos batas-batas nasional dan budaya (Lull, 1998: 136).
Dengan kekuatan ini, kekuatan media massa Barat yang dimotori oleh perusahaan-perusahaan transnasional Amerika, telah memonopoli komunikasi dunia sampai sedemikian rupa, sehingga amat merugikan ekonomi dan identitas bangsa-bangsa yang kalah kuat (James Lull, 1998: 136).
Monopoli ini dimungkinkan oleh Negara-negara kuat terhadap Negara-negara yang kalah kuat, antara lain juga disebabkan oleh minimnya subsidi dari pemerintah setempat untuk program siaran televisi. Solusi dari masalah ini adalah Negara tersebut mengimpor siaran dengan harga yang lebih murah dibanding memproduksi sendri, dan jadilah film seri seperti Dallas, dikonsumsi hampir di seluruh dunia (Joseph Staubhaar, 1996: 138-139).

























BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Media masa sangat mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia, mempunyai dampak positif maupun negatif, jadi tergantung diri kita untuk memilih media yang kita inginkan dan kontrol diri kita untuk menghindari dampak negatif dari media masa.

B. Saran
Pilihlah media yang dianggap cocok sesuai diri kita masing-masing untuk itu pahami terlebih dahulu manfaatnya sebelum kita menggunakan media massa tersbut.
Bagi orang tua berilah batasan penggunaan media massa, biar anak-anak anda tidak kebablasan.


















DAFTAR PUSTAKA

Arifin anwar, strategi komunikasi : sebuah pengantar ringkas, bandung : CV. ARMICO 1984
Vivian john, teori komunikasi massa, Jakarta : kencana, 2008
http://bachtiarhakim.wordpress.com/2008/03/16/sejarah-perkembangan-media-massa-cetak-koran/
http://zamrishabib.wordpress.com/2008/11/13/sejarah-perkembangan-teknologi-komunikasi-bag-dua/



















[1] http://bachtiarhakim.wordpress.com/2008/03/16/sejarah-perkembangan-media-massa-cetak-koran/

[2] Anwar arifin, strategi komunikasi : sebuah pengantar ringkas, bandung : CV. ARMICO 1984. Hal. 40
[3] http://zamrishabib.wordpress.com/2008/11/13/sejarah-perkembangan-teknologi-komunikasi-bag-dua/
[4] John Vivian, teori komunikasi massa, Jakarta : kencana, 2008. Hal. 469
[5] http://bachtiarhakim.wordpress.com/2008/03/16/sejarah-perkembangan-media-massa-cetak-koran/

[6] http://zamrishabib.wordpress.com/2008/11/13/sejarah-perkembangan-teknologi-komunikasi-bag-dua/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar