BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan
media masa semakin tahun semakin pesat, hal ini bisa kita lihat dengan adanya
media-media massa yang ada pada saat ini. Hal tersebut tentu saja juga
mempunyai efek terhadap kehidupan sosial dalam masyarakat. Dikarenakan Efek
adalah unsur penting dalam keseluruhan proses komunikasi.
Secara
garis besar media masa di bagi menjadi dua yaitu media elektronik dan media
cetak. Media elektronik banyak contohnya tetapi disini diambil contoh Televisi
dan Internet, sedangkan media cetak seperti Koran, majalah dll.
Perkembangan
Televisi di Indonesia dipengaruhi oleh globalisasi perekonomian, tanpa adanya
globalisasi perekonomian atau kerjasama dalam perdangan antar dunia maka
masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan program televisi seperti saat ini.
Indonesia pertama kali menyaksikan siaran TV pada tanggal 17 Agustus 1962
bertepatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 17. Dan Tahun 1972
merupakan awal kelahiran jaringan internet, yaitu dengan adanya proyek yang
menghubungkan antara jaringan komunikasi pada jaringan komputer ARPANET. Proyek
tersebut telah menetapkan sebuah metode baru untuk menghubungkan berbagai macam
jaringan yang berbeda yang dikenal sebagai konsep gateway.
Pada tahun 1973-1977, dikembangkan protokol TCP/IP (Transmission
Control/Internetworking Protocol). Protokol ini digunakan untuk pengiriman
informasi yang dikenal sebagai paket (packet). Internet baru
dimanfaatkan di Indonesia pada tahun 1996. Seseorang yang mempunyai pesawat
komputer dapat menyambungkannya dengan jaringan komputer lainnya lewat satelit.
Perbedaannnya dengan teknologi komunikasi lainnya bahwa internet dapat dibuat
oleh orang perorang, bukan hanya oleh satu lembaga yang bergerak dalam
penyiaran informasi.
Sedangkan Ide surat
kabar sudah setua zaman Romawi kuno dimana setiap
harinya, kejadian sehari-hari diterbitkan dalam bentuk gulungan yang disebut
dengan “Acra Diurna”,
tetapi Setelah Gutenberg menemukan mesin cetak di
abad kelimabelas, maka buku-buku pun mulai diterbitkan di Perancis dan Inggris,
begitu pula halnya dengan surat kabar. Surat
kabar pertama kali dibuat di Amerika Serikat, dengan nama “Public Occurrenses
Both Foreign and Domestick” di tahun 1690. Surat kabar tersebut diusahakan oleh
Benjamin Harris, seorang
berkebangsaan Inggris. Kemudian
surat kabar mulai bermunculan setelah negara Amerika Serikat berdiri. Saat itu,
surat kabar itupun tidak sama seperti surat kabar yang kita miliki sekarang.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah peran media masa?
2. Apa efek dari media masa? Baik elektronik
maupun cetak?
3. Bagaimana solusi untuk mengatasi
efek negatif dari media masa?
4. Adakah pengaruh antara media masa
dengan kebudayaan?
C. Tujuan
1.
Menjelaskan
tentang peran media massa
2.
Memberikan
pengetahuan tentang efek-efek dari media massa
3.
Memberikan
solusi untuk mengatasi efek negative dari media massa
4.
Menjelaskan
pengaruh media massa terhadap kebudayaan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian dan peran media massa
Media massa adalah alat yang dapat digunakan
untuk menyampaikan pesan secara serentak kepada khalayak banyak yang
berbeda-beda dan tersebar di berbagai tempat. [1]Peran media
masa dalam kehidupan sosial, terutama dalam kehidupan modern tidak ada yang
menyangkal, menurut Mc Quail dalam bukunya Mass Communication Theories (2000 :
66), ada enam perspektif dalam hal melihat media:
1. Media dipandang sebagai jendela yang memungkinkan
khalayak melihat apa yang sedang terjadi disana, atau media merupakan sarana
belajar untuk mengetahui berbagai peristiwa.
2. Cermin berbagai peristiwa yang ada di
masyarakat dan dunia yang merefleksikan apa adanya. Karena para pengelola
sering tidak “bersalah” jika isi media penuh dengan kekerasan, konflik,
pornografi dan berbagai keburukan lainnya.
3. Memandang media sebagai filter atau gatekeeper
yang menyeleksi berbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak. Media
senantiasa memilih issue, informasi atau bentuk content yang lain berdasarkan
standar para pengelolanya.
4. Media masa acapkali juga dipandang sebagai
guide, penunjuk jalan atau interpreter, yang menerjemahkan atau menunjukkan
arah atas berbagai ketidakpastian, atau alternative yang beragam.
5. Melihat media sebagai forum untuk
mempresentasikan berbagai informasi dan ide-ide kepada khalayak, sehingga
memungkinkan terjadinya tanggapan dan umpan balik.
6. Media masa sebagai interlocutor, yang
tidak hanya sekedar tempat berlalu lalangnya informasi, tetapi juga parthner
komunikasi yang memungkinkan terjadinya komunikasi interaktif.
B. Efek media massa
Efek adalah unsur yang penting dalam keseluruhan
proses komunikasi.[2] Efek
dari media massa sangat kuat sehingga ide-ide dan bahkan suatu instruksi dapat
disuntikkan ke dalam setiap individu. Berikut ini adalah beberapa efek media
massa :[3]
a.
Individu
Difference Perspective
Yaitu, Setiap individu menanggapi
pesan yang disiarkan media secara berbeda.
b.
Social
Categories Perspective
Setiap individu,anggota kelompok
akan mempunyai kecenderungan merespons sama seperti yang dilakukan anggota
kelompok dalam satu perkumpulan sosial.
c.
Social Relation Perspective
Individu dipengaruhi oleh sikap dan
perilaku individu anggota audience yang didapatkannya dari media massa,atara
individu saling mempengaruhi satu sama lain dan menghasilkan respons yang
hampir sama.
1.
Teori-teori tentang efek media massa
Powerful
effects theory
Teori ini mempunyai gagasan bahwa
media massa punya pengaruh langsung dan mendalam terhadap orang.[4]
Gagasan ini didasarkan pada buku karya komentator social “walter lippman” yang
berjudul public opinion. Lippman
berargumen bahwa kita memandang dunia bukan sebagaimana adanya tetapi sebagai
“gambaran” di benak kita. “gambaran” benda-benda yang tidak kita alami secara
personal dibentuk oleh media massa.
Minimalist
effect theory
Teori ini mencakup :
Model alur
dua langkah untuk menunjukkan bahwa individu tak terlalu
dimotivasi oleh media ketimbang oleh orang yang mereka kenal secara pribadi dan
mereka hormati.
Model alur
banyak langkah untuk mencakup jaringan kompleks dari hubungan sosial
yang mempengaruhi individu.
Cumulative effects
theory
Teori ini menyatakan bahwa tidak ada
yang bias menghindari media, karena sudah menyebar kemana-mana, atau pesan
media. Pesan yang berlebihan ini terus dibawa sampai ke rumah. Teori ini
memberikan implikasi yang menggelisahkan. Teori mengatakan bahwa media, yang
walaupun tampak beragam, justru mengurangi keragaman pertimbangan public
terhadap suatu issue.
Third person
effect
Teori ini berpendapat bahwa orang
melebih-lebihkan dampak pesan media kepada orang lain. Teori ini memiliki
pandangan bahwa media mempunyai pengaruh kuat dan langsung.
2.
Analisis Priming
dimana sekecil atau secepat apapun dampaknya, media pasti memberikan dampak pada khalayak. Efek itu
langsung atau tidak langsung, efek tersebut positif atau negative. Sebagai
contoh dari media elektronik kita ambil contoh saja televisi, media online
internet dan media cetak majalah.[5]
Efek negatif dari Televisi
Kemampuan anak menghafal huruf dan angka diukur pada usia sekolah, anak
yang menonton televisi sebelum berusia 3 tahun memiliki skor yang lebih rendah
dari pada anak yang tidak menonton televisi sebelum berusia 3 tahun.
Remaja yang sering menonton televisi perilakunya cendrung agresif,
melakukan aktivitas seksual yang beresiko, menurunkan prestasi sekolah.
Efek positif dari Televisi
Menambah wawasan, pengetahuan atau informasi dan dapat belajar mengenai
perilaku anti kekerasan, empati, toleransi kepada orang dari ras atau etnis
lain dan rasa hormat kepada orang yang lebih tua.
Mampu memberikan gambaran sacara nyata tentang berbagai fenomena pada anak,
dibeberapa tanyangan tertentu dapat menjadi sumber pelajaran sehingga membantu
memudahkan orang tua.
Efek negatif dari Internet
Penipuan, hal ini memang merajalela dimanapun. Internet pun tidak luput
dari serangan penipu.
Perjudian, dengan jaringan yang tersedia para penjud itidak perlu pergi ke
tempat khusus untuk memenuhi keinginan nya.
Mengurangi sifat sosial karena karena cenderung lebih suka berhubungan
lewat internet dari pada bertemu secara langsung.
Efek Positif dari Internet
Internet sebagai media komunikasi sehingga memudahkan berkomunikasi dengan
pengguna lainnya diseluruh dunia.
Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat,
menjadikan www sebagai salah satu sumber
yang penting dan akurat.
Memudahkan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga
tidak perlu pergi menuju tempat ke penawaran atau penjualan.
Efek negatif Media Cetak
Semua pembaca tidak pernah sama untuk memaknai teks, bisa-bisa salah
menerjemahkan artinya, selain itu ketika membaca kasus berbau porno atau
kekerasan dikhawatirkan pembaca mempunya imajinasi yang membuat mereka malah
untuk berbuat kejahatan.
Efek positif Media cetak
Dengan membaca koran kita akan mendapat informasi yang kita inginkan dan
pengetahuan kita juga akan bertambah.
Dalam dunia perdagangan, bisnis kita bisa akan meningkat dengan cara kita
memasang iklan diberbagai media cetak.
C. Solusi untuk
mengatasi efek negatif media massa
Akademi Dokter anak Amerika merekomendasikan untuk mengeluarkan televisi
yang berada didalam kamar anak, menghindari tontonan televisi dari anak yang
berusia dibawah 3 tahun.
Mendorong orangtua untuk menemani anak menonton televisi dan memantau
program televisi yang ditonton anak-anak agar informatif, mendidik dan tidak
mengandung kekerasan.
Tanamkan nilai –nilai kekeluargaan secara berulang-ulang.
Siapkan kegiatan pengganti pastikan kegiatan alternatifnya sama serunya dan
menarik.
Beri batasan
penggunaan media massa, jangan sampai terjadi ketergantungan.
D. Pengaruh media
massa terhadap Kebudayaan
Kebudayaan Ialah : hasil dari cipta, rasa, karsa dan karya, baik yang fisik
material maupun yang psikologis dan spirutual. Melalui media yg kian terbuka, masyarakat menerima informasi peradaban
baru dari seluruh dunia, media membawa budaya asing yg mungkin tidak sesuai
apabila diterapkan, melanggar norma yang berlaku.[6]
Bentuk
lain dari perubahan budaya yang diakibatkan oleh media massa adalah bahwa media
massa menciptakan kekuasaan
budaya (Staubhaar, 1996: 138-139). Hal ini dimungkinkan karena media massa dewasa
ini mudah menerobos batas-batas nasional dan budaya (Lull, 1998: 136).
Dengan
kekuatan ini, kekuatan media massa Barat yang dimotori oleh
perusahaan-perusahaan transnasional Amerika, telah memonopoli komunikasi dunia
sampai sedemikian rupa, sehingga amat merugikan ekonomi dan identitas
bangsa-bangsa yang kalah kuat (James Lull, 1998: 136).
Monopoli
ini dimungkinkan oleh Negara-negara kuat terhadap Negara-negara yang kalah
kuat, antara lain juga disebabkan oleh minimnya subsidi dari pemerintah setempat
untuk program siaran televisi. Solusi dari masalah ini adalah Negara tersebut
mengimpor siaran dengan harga yang lebih murah dibanding memproduksi sendri,
dan jadilah film seri seperti Dallas, dikonsumsi hampir di seluruh dunia
(Joseph Staubhaar, 1996: 138-139).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Media masa sangat mempunyai peran penting dalam kehidupan
manusia, mempunyai dampak positif maupun negatif, jadi tergantung diri kita
untuk memilih media yang kita inginkan dan kontrol diri kita untuk menghindari
dampak negatif dari media masa.
B. Saran
Pilihlah media yang dianggap cocok sesuai diri kita
masing-masing untuk itu pahami terlebih dahulu manfaatnya sebelum kita
menggunakan media massa tersbut.
Bagi orang tua berilah batasan penggunaan media massa,
biar anak-anak anda tidak kebablasan.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin
anwar, strategi komunikasi : sebuah
pengantar ringkas, bandung : CV. ARMICO 1984
Vivian
john, teori komunikasi massa, Jakarta
: kencana, 2008
http://bachtiarhakim.wordpress.com/2008/03/16/sejarah-perkembangan-media-massa-cetak-koran/
http://zamrishabib.wordpress.com/2008/11/13/sejarah-perkembangan-teknologi-komunikasi-bag-dua/
[1]
http://bachtiarhakim.wordpress.com/2008/03/16/sejarah-perkembangan-media-massa-cetak-koran/
[2]
Anwar arifin, strategi komunikasi :
sebuah pengantar ringkas, bandung : CV. ARMICO 1984. Hal. 40
[3] http://zamrishabib.wordpress.com/2008/11/13/sejarah-perkembangan-teknologi-komunikasi-bag-dua/
[4]
John Vivian, teori komunikasi massa,
Jakarta : kencana, 2008. Hal. 469
[5]
http://bachtiarhakim.wordpress.com/2008/03/16/sejarah-perkembangan-media-massa-cetak-koran/
[6]
http://zamrishabib.wordpress.com/2008/11/13/sejarah-perkembangan-teknologi-komunikasi-bag-dua/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar